Rabu, 31 Maret 2010

LAPORAN FISIOLOGI VETERINER

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIOLOGI VETERINER

Copy of images.jpeg

RIZKA ASRINI

0911310059

PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2010

BAB I

PENDAHULUAN

Pada praktikum kali ini dilakukan pengukuran denyut nadi (pulsus) dan cardiac output, menghitung thermoregulasi,system respirasi. Dengan menggunakn hewan coba berupa kambing. Dengan menyiapkan stetoskope, thermometer digital, dan stop watch untuk melakukan percobaan tersebut. Pada`system respirasi kita mempelajari gerakan gerakan nafas dan perubahan perubahan yang disebabkan oleh beberapa factor seperti kerja fisik, kadar co2, dan pengaruh sikap tubuh, serta rangsangan sesnsoris yang kuat. Pada thermoregulasi kita dapat mengetahui suhu tubuh hewan dan factor factor yang mempengaruhi peningkatan atau penurunan suhu pada kambing. Pada percobaan pada system sirkulasi yaitu agar mengetahui penghitungan pulsus dan cardiac output (co). Pada percobaan kali ini dilakukan dengan kambing saat sebelum exercise da sesudah exercise. Dan dilakukan dengan 2 kali tahap percobaan yaitu pada siang dan sore hari. Agar diketahui perbedaan secara jelas.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 SISTEM RESPIRASI

Respirasi (pernafasan) terdiri dari inspirasi dan berakhirnya ekspirasi. Ada dua paru-paru yang ditemukan di dada dilindungi oleh tulang rusuk. Udara masuk dari lubang hidung ke paru-paru.. Ketika hewan bernapas, udara bergerak masuk dan keluar dari paru-paru Di dalam paru-paru oksigen yang diperlukan oleh tubuh masuk ke dalam darah di dinding paru-paru dan air dan mengeluarkan karbon dioksida. respirasi memiliki fungsi utama yaitu memesok kebutuhan oksigen ke dalam paru paru serta membuang CO2dari dalam tubuh sedangkan fungsi sekunder system respirasi antara lain sebagai pengendalian suhu,regulasi keasamaan, eliminasi air,dan fonasi (anonymous,2010).

Oksigen yang diperoleh hewan dari lingkungannyadigunakan dalam proses fosforilasi oksidatif untuk menghasilkan ATP. Berdasrkan jenis lingkungan hidupnya terdapat 2 jenis organ respirasi yaitu:

1.organ respirasi aerial berupa paru paru difusi yang merupakan modifikasi dari insang,paru paru buku,trachea,dan paru paru alveolar. Organ ini terdapat pada hewan yang hidup di darat.

2. Organ respirasi aquatic, berupa kulit, seluruh permukaan tubuh dan insang. Organ respirasi aquatic terdapat pada hewan yang hidup di air.

Proses respirasi berupa fase inspirasi yaitu kontraksi diafraghma dengan otot otot dada, dan fase ekspirasi yaitu relaksasi otot-otot pernafasan. Kedua paru dilapisi oleh dua selaput membrane pleura dimana pada rongga pleura mengandung sejumlah kecil cairan (5-10cc) yang memudahkan respirasi. Frekuensi respirasi dihitung pada saat satu kali inspirasi dan satu kali ekspirasi (anonymous,2010).

The respiratory system

Pada kambing frekuensi respirasi berkisar 25-35 per menit (Heru,2008).

2.2 THERMOREGULASI.

Thermoregulasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk mempertahankan panas tubuhnya sebagai bagian dari proses hemeostasis. Untuk mengukur suhu tubuh menggunakan termometer dengan derajat celcius. Dengan suhu normal tubuh adalah 37 ° C mengukur suhu tubuh hewan dengan menempatkan sebuah thermometer di anus, mulut,axilla (anonymous,2010)

Penggunaan thermometer yaitu dengan Perhatikan garis perak air raksa di dalamnya dan skala ditandai dengan angka-angka sepanjang itu. Sebelum menggunakannya harus memastikan bahwa tingkat merkuri di bawah 35 ° C Jika tidak maka ,guncangkan termometer. Setiap kali menggunakan termometer dibersihkan dengan air dingin dan sabun atau desinfeksi atau dengan menggunakan alcohol 70%.Jangan mencuci termometer di air panas karena ini akan meledak itu. Jangan meninggalkan termometer di bawah sinar matahari karena hal ini dapat meledak itu.. Jangan menggunakan termometer hewan Anda untuk orang-orang.

Cara penggambilan suhu pada hewan yaitu dengan cara memindahkan ekor ke samping. Letakkan termometer dengan lembut ke dalam anus, sejauh mungkin. Pegang termometer pada sudut sehingga menyentuh dinding rektum. Pegang termometer di tempat selama setengah menit. Hapus termometer dan mengusapnya jika diperlukan dan membacanya. Jangan menyentuh bola lampu karena hal ini dapat mengubah membaca (Nyayu,2008).

Suhu tubuh normal

Animal Hewan

Normal Temperature °C Normal Suhu ° C

Normal Animal Normal Hewan

Temperature °C Suhu ° C

Cattle

38.5 38,5

Calf

39.5 39,5

Buffalo

38.2 38,2

Goat

39.5 39,5

Sheep

39.0 39,0

Camel

34.5-41.0 34.5-41.0

Llama, alpaca

38.0 38,0

Horse

38.0 38,0

Donkey

38.2 38,2

Pig

39.0 39,0

Chicken

42.0 42,0

Piglet

39.8 39,8

Body temperatures may be 1°C above or below these temperatures. Mungkin suhu badan 1 ° C di atas atau di bawah suhu tersebut.

Para suhu tubuh unta akan bervariasi dengan waktu dan ketersediaan air.. Ketika unta yang disiram setiap hari suhu tubuhnya naik dari 36,5 ° C di pagi hari untuk 39,5 ° C pada siang hari, jika tidak memiliki hewan air, kisaran suhu 34,5 ° C sampai 41 ° C. Jika Anda menduga bahwa binatang memiliki suhu tinggi menggunakan termometer untuk memeriksanya. Ingatlah bahwa suhu tinggi adalah salah satu tanda kesehatan yang buruk. Ketika binatang memiliki suhu tinggi memiliki demam.

2.3 PENGHITUNGAN PULSUS DAN CARDIAC OUTPUT

System sirkulasi tersusun atas berbagai komponen utama yaitu jantung , pembuluh darah dan cairan tubuh yang beredar seperti darah dan limfe. Denyut nadi (pulsus) dapat dirasakan pada hampir seluruh arteri yang merupakan manifestasi jantung. Cardiac output (CO) adalah banyak darah yang dipompa selama satu menit. Cardiac output merupakan hasil perkalian antara sroke volume dengan frekuensi denyut jantung per menit . stoke volume yaitu volume darah yang dipompa oleh jantung dalam sekali pompa, dengan rata-rata untuk orang dewasa 70-90ml/denyutan.

Nadi pada manusia dapat dengan mudah diambil tetapi pada hewan itu lebih sulit dan membutuhkan latihan. Di domba dan kambing Anda bisa merasakan denyut nadi pada bagian dalam bagian atas kaki belakang Denyut nadi ternak diambil pada sebuah titik pada bagian bawah pangkal ekor, tingkat normal adalah 40-80 per menit pada dewasa. Dalam denyut nadi kerbau adalah 40-60 per menit. Denyut nadi kuda diambil pada bagian dalam pipi. Tingkat normal adalah 35-40 per menit. Denyut nadi unta diambil pada sebuah titik pada bagian bawah akar ekor. Tingkat normal adalah 35-45 denyut per menit. Denyut nadi akan lebih tinggi pada hewan muda. Untuk memeriksa nadi Anda harus merasa untuk itu dengan dua jari pertama dari tangan. . Dalam babi tidak ada titik di mana pulsa dapat diambil. Pada hewan ini irama jantung itu sendiri harus dirasakan (Basuki,2008).

BAB III

HASIL PRAKTIKUM

3.1 HASIL PRAKTIKUM SIANG HARI

TPR

SEBELUM EXCERCISE

SETELAH EXERCISE

Respirasi I

136 per menit

144 per menit

Respirasi II

64 per menit

80 per menit

Respirasi III

120 per menit

160 per menit

Temperature I

39,9° C

40° C

Temperature II

39,9° C

40,2° C

Pulsus I

60 per menit

152 per menit

Pulsus II

80 per menit

152 per menit

Pulsus III

64 per menit

152 per menit

Keterangan : TPR = Termoregulasi, pulsus, respirasi.

Hewan yang digunakan : kambing.

Jam : 12:00-13:00

Usia : 2 tahun

Data diambil pada siang hari, tanggal 25 maret 2010. Dan kambing di perlakukan sebelumexercise dan setelah exercise untuk mengetahui perbedaan hasilnya.

3.2 HASIL PRAKTIKUM SORE HARI

TPR

SEBELUM EXCERCISE

SETELAH EXERCISE

Respirasi I

72 per menit

160 per menit

Respirasi II

76 per menit

184 per menit

Respirasi III

36 per menit

176 per menit

Temperature I

39,8° C

40,1° C

Temperature II

39,8° C

40,3° C

Termometer III

39,8 ° C

40,2 ° C

Pulsus I

52 per menit

68 per menit

Pulsus II

48 per menit

76 per menit

Pulsus III

52 per menit

72 per menit

Keterangan : : TPR = Termoregulasi, pulsus, respirasi.

Data diambil pada siang hari, tanggal 25 maret 2010

Hewan yang digunakan : kambing.

Jam : 13:00 -13:50

Usia : 2 tahun.

Data ini diambil pada percobaan kelompok M yang dilakukan pada sore hari sebagai perbandingan data antara percobaan pada siang hari dan sore hari. Rata-Rata pada respirasi sebelum melakukan exercise. Pada respirasi rata-rata adalah 68 kali per menit. Sedangkan pada Pulsus rata-rata 50,67 per menit. Pada suhu rata-rata 39,8 ° C .

Setelah melakukan exercise rata- rata respirasi 173,3 per menit. Pada pulsus 72 kali per menit. Dan suhu 40,2° C .

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 SISTEM RESPIRASI

4.1.1. ALAT DAN BAHAN

1.Jam (stpowatch)

2.stetoskope

3.kambing

4.1.2 LANGKAH KERJA.

Langkahnya dilakukan dengan cara menyiapkan kambing dengan posisi tangan berada pada hidung, sehingga terasa hembusan nafas kambing pada tangan .kemudian menghitung dengan menggunakan stop watch selama 15 detik kemudian dikalikan empat (4). Kemudian kambing melakukan exercise selama kurang lebih 10 menit. Kemudian lihat perbedaan frekuensi respirasi yang terjadi antara frekuensi kambing sebelum melakukan exercise dan setelah melakukan exercise.

4.1.3 HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada table hasil perbanding frekuensi system respirasi yang terjadi sebelum exercise dan setelah exercise , dan membandingkan frekuensi respirasi pada siang hari dan sore hari.. jelas telihat frekuensi respirasi pada siang hari lebih cepat dibandingkan dengan pada sore hari. Pada siang hari 136 per menit sebelum exercise, dan 144 per menit. Dan pada sore hari sebelum exercise 72 per menit dan 160 per menit setelah melakukan exercise.

4.2 THERMOREGULASI

4.2.1. ALAT DAN BAHAN

1.Alkohol 70%.

2.themometer digital/ thermometer manual.

3.kapas

4.kambing

4.2.2 LANGKAH KERJA

Siapkan kambing , letakkan kambing pada posisi yang nyaman uantuk pemeriksaan suhu tubu Pindahkan ekor ke samping agar lebih mudah meletakkan thermometer ke rectum kambing.Letakkan termometer dengan lembut ke dalam anus, sejauh mungkin.Pegang termometer pada sudut sehingga menyentuh dinding rektum. Menjaga mencengkeram termometer, jika hewan berak atau batuk termometer bisa keluar atau masuk ke dalam anus. Pegang termometer di tempat selama setengah menit hitung dengan stop watch. kemudian lihat berapa derajat suhu pada tubuh kambing. Setelah menggunakan thermometer lalu bersihkan thermometer dengan menggunakan alcohol 10%. Agar menghilangkan bakteri yang ada di thermometer.

4.2.3 PEMBAHASAN

Pada percobaan thermoregulasi didapatkan data bahwa pada suhu tubuh kambing pada siang hari sebelum melakukan exercise suhu badan pada kambing yaitu 39,9° C dan setelah melakukan exercise maka suhu tubuh pada akambing yaitu berkisar antara 40,0° C sampai 40,2° C. dan data yang di dapat pada sore hari sebelum melakukan exercise suhu tubuh pada kambing 39,8° C dan setelah mekukan exercise suhu tubuh pada kambing berkisar anatara 40,01° Csampai 40,03° C. setelah diperoleh data seperti itu maka, dapat ditarik hipotesa bahwa suhu lingkungan dan aktifitas tubuh dapat mempengaruhi suhu di dalam tubuh kambing. Sehingga, semakin tinggi aktifiktas yang dilakukan pada kambing, maka semakin tinggi juga suhu pada tubuh hewan tersebut.

4.3PENGHITUNGAN PULSUS DAN CARDIAC OUTPUT (CO).

4.3.1.ALAT DAN BAHAN

1. Jam (stpowatch)

2. Kambing

3. Stetoskope

4.3.2 LANGKAH KERJA

Cara penghitungan pulsus dan cardiac output, langkah pertama dengan Menempelkan ketiga jari pada pergelangan tangan di atas arteri radialis dengan sedikit menekan kemudian sedikit kurangi tekanan tersebut sampai terasakn denyutan nadi. Menghitung banyaknya denyutan dalam tiap menit, untuk mempermudah biasanya cukup menghitung banyaknya denyutan dalam 15 detik. Kemudian hasilnya dikalikan 4 untuk mendapatkan banyaknya denyutan permenit yang merupakan manifestasi frekuensi denyut jantung permenit (heart rate = HR).

Langkah kedua

Melakukan kegiatan olah raga (lari, naik turun tangga) kurang lebih selama 10 menit. Melakukan pengukuran denyut nadi seperti langkah pertama. Membandingkan data hasil pengukuran pertama dengan data hasil pengukuran kedua.

4.3.3 PEMBAHASAN

Pada percobaan diperoleh hasil denyut nadi (pulsus) yang berbeda-beda. Ada yang normal yaitu antara 64-80 tetapi ada yang kurang dari itu yaitu 60. Tidak normalnya ini mungkin disebabkan kurangnya jumlah darah yang dipompakan keluar pada masing-masing ventrikel setiap menitnya. Penyeburan darah dari ventrikel kiri dilawan oleh tekanan di dalam aorta yang dihasilkan oleh darah yang sudah ada di dalam pembuluh dan oleh serabut elastis di dalam dindingnya. Selama tekanan arteri meningkat, jantung harus mengeluarkan banyak energi untuk menyempurnakan cardiac output yang sama. Pengeluaran energi menurun bilamana tekanan darah menurun.

Sedangkan setelah melakukan aktivitas denyut jantung meningkat. Hal ini karena tekanan arteri meningkat sehingga jantung banyak mengeluarkan energi untuk menyempurnakan cardiac output. Cardiac output (CO) adalah banyak darah yang dipompa selama satu menit. Cardiac output merupakan hasil perkalian antara stroke volume (volume sekuncup) dengan frekuensi denyut jantung permenit. Stroke volume yaitu volume darah yang dipompa oleh jantung dalam sekali pompa, rata-rata untuk orang dewasa 70-90 mililiter/denyutan.

Menurut hukum Starling’s law pada jantung, serabut-serabut jantung membangkitkan energi lebih besar selama kontraksi jika serabut-serabut itu cukup dapat regangan sebelum memendek. Serabut-serabut jantung meregang bila volume darah di dalam ventrikel meningkat. Ventrikel diisi darah pada akhir diastole ventrikel oleh penambahan volume yang disediakan oleh atrium systole. Peregangan serabut-serabut ventrikel memberikan respon dengan kontraksi yang menghasilkan denyutan jantung lebih kuat. Menurut hukum Sterling bahwa banyak darah masuk ke dalam jantung, banyak pula darah yang dipompakan keluar. Tetapi terlalu meregang dapat merusak serabut-serabut dan mengganggu fungsi ginjal. Cardiac output diatur oleh vena-vena yang kembali ke jantung tetapi oleh faktor internal dan eksternal. Jadi semakin tinggi regangan pada otot jantung, maka makin kuat kontraksinya. Inilah yang menyebabkan bahwa setelah beraktivitas denyut jantung semakin meningkat atau kuat.

BAB V

KESIMPULAN

Pada penghitungan Denyut nadi (pulsus) dapat dirasakan pada hampir seluruh pembuluh arteri yang merupakan manifestasi jantung.Cardiac output merupakan jumlah darah yang dipompakan keluar pada masing-masing ventrikel setiap menit atau hasil kali antara stroke volume dengan frekuensi denyut jantung permenit. Pada pemeriksaan suhu tubuh suhu yang normal pada kambing yaitu berkisar 38,5 sampai 40,5° C. Mekanisme perubahan panas tubuh terjadi dengan 4 proses yaitu konduksi,konveksi,radiasi dan eveporasi. Pada system respirasi memiliki fungsi utama yaitu memasok kebutuhan oksigen ke dalam tubuh sedangkan fungsi sekunder system respirasi untuk pengendalian suhu, regulasi keasaman, eliminasi air, dan fonasi (pembentukan suara).

DAFTAR PUSTAKA

Dr. Nurcahyo, Heru. 2008. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan Dasar. Yogyakarta: Jurdik Biologi FMIPA UNY.

Soewolo, M. Pd., dkk. 1999. Fisiologi Manusia. Malang: FMIPA UNM.

Soedjono, Basuki M.Pd. 1988. Anatomi dan Fisioplogi. Jakarta: Depdikbud.

Syamsiar Nangsari, Nyayu. 1988. Pengantar Fisiologi. Jakarta: Depdikbud PPLPTK Jakarta.

2 komentar:

ada bella disini mengatakan...

yahh? ini untuk hewan?????
beda ga sama manusia?
baru aja aku ngirim tugas tntng beginian tp pada manusia? *jedotin kepala ke tembok*

tapi sebelumnya makasih ya :)

Obat Jerawat Herbal mengatakan...

thanks ya laporan prakyikumnya